NcsTaxi.com | Sejarah kota pontianak

NcsTaxi.com | Sejarah kota pontianak

LEBIH NYAMAN DENGAN NCS TAXI KEMANA PUN
SEJARAH KOTA PONTIANAK YANG BELUM KAMU TAHU
Kali ini mimin mau berbagi wawasan soal apa sih sejarah kota pontianak pasti kalian pada tau kan pontianak dimana yaah pontianak terletak di kalimantan barat Sejarah Kota Pontianak adalah ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota Pontianak juga dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Disebut Kota taxi pemangkat sungaipinyuh Khatulistiwa sebab bagian utara Kota Pontianak atau lebih tepatnya daerah Siantan dilalui garis lintang khatulistiwa. Bahkan di daerah Siantan terdapat Tugu Khatulistiwa sebagai tonggak garis ekuator yang dibangun pada tahun 1928 oleh ahli geografi Belanda Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771. Berawal dari perjalanan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka lahan hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas Besar untuk dijadikan tempat kekuasaan Beliau. Berdirinya Masjid Jami’ (kini Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang berada di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur mengukuhkan Syarif Abdurrahman Alkadrie sebagai Sultan Pontianak pada tahun 1778.

PERJALANAN KELUARGA TERJAGA KEAMANNYA DENGAN NCS TAXI
Sejarah Kota Pontianak Menurut V.J Verth 
Menurut sejarahwan Belanda V.J Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dengan cerita yang beredar di kalangan masyarakat. Ditulis dalam bukunya, Belanda memasuki Kota Pontianak tahun 1773 dari Batavia. Disebutkan bahwa Syarif Abdurrahman Alkadrie merupakan anak dari Al Habib Husin yang meninggalkan Kerajaan Mempawah untuk merantau. Dalam perjalanannya, Syarif Abdurrahman Alkadrie menetap di Banjarmasin dan menikah dengan adik Sultan Banjar Sunan Nata Alam dan berhasil dilantik menjadi taxi pemangkat kalbar seorang pangeran. Menjalankan tugasnya sebagai pangeran, Syarif Abdurrahman berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup uang untuk modal mempersenjatai kapal miliknya yang digunakan untuk melawan penjajahan Belanda Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif berhasil membajak kapal Belanda, juga kapal Inggris dan Prancis. Dari hasil pembajakan kapal para penjajah inilah Syarif Abdurrahman berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah banyak yang akan digunakan Beliau untuk membangun pemukiman di percabangan Sungai Kapuas. Yang kini derah ini dinamakan Pontianak


  
PEMESANAN TIKET PESAWAT JUGA BISA LEWAT NCS TAXI LOH
FENOMENA DI PONTIANAK
Setiap dua tahun sekali, terdapat fenomena unik dimana matahari tepat berada di atas kepala sehingga Tugu Khatulistiwa dan benda disekelilingnya tak memiliki bayangan, fenomena ini terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Selain Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak juga dilalui aliran sungai terpanjang di Indonesia yakni Sungai Kapuas dan Sungai Landak Dahulu, pada tahun 1963 Kota Pontianak menggunakan zona waktu WITA, namun pada tahun 1988 bersama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat berdasarkan keputusan presiden, dua wilayah ini menggunkan zona waktu WIB. Sehingga pada tahun 1988 Kota Pontianak merayakan dua kali tahun baru yakni pukul 00:00 WITA (23:00 WIB) dan 00:00 WIB.


ASAL USUL NAMA PONTIANAK 
Banyak cerita menganggap bahwa nama Pontianak berasal dari nama hantu permpuan kuntilanak. Diceritakan bahwa ketika Syarif Abdurrahman bersama rombongan untuk menyisir hutan agar dapat dijadikan tempat pemukiman para rombongan diganggu makhluk astral dari arah hutan. Berada di delta pertemuan Sungai taxi pemangkat resmi Kapuas Kecil, Sungai Kapuas Besar dan Sungai Landak para rombongan diganggu oleh suara jeritan dan tangisan mengerikan yang datangnya dari arah tengah hutan yang diduga berasal dari makhluk astral, kuntilanak.Banyak anggota rombongan yang merasa ketakutan ingin segera menyelesaikan pekerjaan kemudian pulang. Karena gangguan yang dialami oleh para rombongan, Syarif Abdurrahman merasa bahwa suara-suara itu sangat mengganggu rombongannya dan menghambat pekerjaan. Dengan inisiatifnya, Syarif Abdurrahman membawa meriam ke hutan dan menembakkan meriam tersebut kearah sumber suara. Dan benar saja, suara-suara mengerikan tersebut berangsur-angsur menghilang sehingga pekerjaan dapat dilakukan dan para rombongan merasa tenang. (Baca juga: Sejarah Jembatan Ampera)Namun, ada yang mengatakan bahwa suara mengerikan tersebut berasal dari kumpulan perompak yang bersembunyi di dalam hutan agar tidak diketahui oleh siapapun. Sebab daerah tersebut masih tertutup rimbunnya hutan sehingga akan terasa aman bagi mereka. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NcsTaxi.com | Tempat wisata di kota pontianak yang harus di kunjungi

NcsTaxi.com | Meriahnya perayaan cap go meh singkawang

NcsTaxi.com | Kuliner populer singkawang