NcsTaxi.com | Masjid tertua dan terbesar kota pontianak

NcsTaxi.com | Masjid tertua dan terbesar kota pontianak
KE BANDARA TEPAT WAKTU PERCAYAKAN PADA NCS TAXI
Masjid tertua dan terbesar di kota pontianak
Jadi kalo ke kota pontianak jangan lupa juga ke berbagai tempat yang bersejarah seperti tempat yang mau mimin bahas ini nah masjid ini menurut warga pontianak sih merupakan masjid terbesar dan taxi pontianak mempawah bandara juga tertua di kota pontianak sendiri nah buat yang lagi liburan sayang banget kalo sampe ga kesini dan liat Ncs Taxi : Layanan Jasa Antar Jemput Penumpang Taxi Reguler Bandara Pelabuhan Pontianak Pinyuh Mempawah Singkawang Selakau Pemangkat Semparuk Tebas Sambas Samalantan Bengkayang. Melayani : Carter Mobil Dalam Kota & Luar Kota, Sewa Mobil Plus Driver, Pembelian Tiket Pesawat, Pengiriman Paket betapa indah nya masjid ini pas mimin masuk bangunan masjid sangat megah dan juga banyak sekali ornamen yang bersejarah dan menggambarkan sesuatu disitu sangat futureristik deh pokoknya hehe jadi tunggu apalagi ayo ke sini
MENIKMATI PERJALANAN DENGAN AMAN BERSAMA NCS TAXI
Masjid Jami Pontianak 
SSejarahPendiri masjid sekaligus pendiri Kota Pontianak adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie. Ia seorang keturunan Arab, anak Al Habib Husein, seorang penyebar agama Islam dari Jawa. Al Habib Husein datang ke Kerajaan Matan pada 1733 Masehi. Al Habib Husein menikah dengan putri Raja Matan (kini Kabupaten Ketapang) Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan itu lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang meneruskan jejak ayahnya menyiarkan agama Islam.Syarif Abdurrahman melakukan perjalanan dari Mempawah dengan menyusuri sungai Kapuas. Ikut dalam rombongannya sejumlah orang yang menumpang 14 perahu. Rombongan Abdurrahman sampai di muara persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak pada 23 Oktober 1771. Kemudian mereka membuka dan menebas hutan di dekat muara itu untuk dijadikan daerah permukiman baru. Abdurrahman mendirikan sebuah kerajaan baru Pontianak. Ia pun membangun masjid dan istana untuk sultan.Masjid yang dibangun aslinya Ncs Taxi : Jadwal Keberangkatan Setiap Harinya Dimulai Dari Jam 02.00 Pagi s/d 22.00 Malam (Setiap Jam Berangkat) beratap rumbia dan konstruksinya dari kayu. Syarif Abdurrahman meninggal pada 1808 Masehi. Ia memiliki putera bernama Syarif Usman. Saat ayahnya meninggal, Syarif Usman masih berusia kanak-kanak, sehingga belum bisa meneruskan pemerintahan almarhum ayahnya. Maka pemerintahan sementara dipegang adik Syarif Abdurrahman, bernama Syarif Kasim. Setelah Syarif Usman dewasa, dia menggantikan pamannya sebagai Sultan Pontianak, pada 1822 sampai dengan 1855 Masehi. Pembangunan masjid kemudian dilanjutkan Syarif Usman, dan dinamakan sebagai Masjid Abdurrahman, sebagai penghormatan dan taxi mempawah jungkat sambas untuk mengenang jasa-jasa ayahnya.Beberapa ulama terkenal pernah mengajarkan agama Islam di masjid Jami' Sultan Abdurrahman. Mereka di antaranya Muhammad al-Kadri, Habib Abdullah Zawawi, Syekh Zawawi, Syekh Madani, H. Ismail Jabbar, dan H. Ismail Kelantan.Masjid Jami' Pontianak dapat menampung sekitar 1.500 jamaah salat. Masjid akan penuh terisi jamaah salat, saat waktu salat Jumat dan tarawih Ramadan. Pada sisi kiri pintu masuk masjid, terdapat pasar ikan tradisional. Di belakangnya merupakan permukiman padat penduduk Kampung Beting, kelurahan Dalam Bugis dan di bagian depan masjid, yang juga menghadap ke barat, terbentang Sungai Kapuas.  


NCS TAXI TERPERCAYA DENGAN ARMADA TERBAIK
DETAIL BANGUNAN MASJID JAMITerdapat enam pilar dari kayu belian berdiameter setengah meter di dalam masjid. Dua pelukan tangan orang dewasa tak akan mampu mencapai lingkaran pilar. Selain pilar bundar, juga ada enam tiang penyangga lainnya yang menjulang ke langit-langit masjid, berbentuk bujur sangkar.Pilar bujur sangkar itu berukuran kayu belian untuk tiang rumah dewasa ini. Namun ukurannya di atas rata-rata. Jika sekarang ada ukuran 6x6, 7x7, 8x8, dan 10x10 maka tiang tersebut lebih besar lagi.Masjid ini memiliki taxi mempawah jungkat pemangkat mimbar tempat khutbah yang mirip geladak kapal. Pada sisi kiri dan kanan mimbar terdapat kaligrafi yang ditulis pada kayu plafon.Hampir 90 persen konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu belian. Atapnya yang semula dari rumbia, kini menggunakan sirap, potongan belian berukuran tipis. Atapnya bertingkat empat. Pada tingkat kedua, terdapat jendela-jendela kaca Ncs Taxi Armada: Sienta, Veloz, Grand New Avanza, All New Ertiga, Great New Xenia, Calya, Sigra, Agya, Ayla, Dll berukuran kecil. Sementara di bagian paling atas, atapnya mirip kuncup bunga atau stupa.Jendelanya yang berjejeran dengan pintu masuk, berukuran besar-besar, juga dari kaca tembus pandang. Ada pula kaca yang berwarna merah dan kuning.Jarak antara lantai masjid dengan tanah, sekira 50 centimeter. Namun menurut seorang pemuda setempat, tinggi antara lantai masjid dengan tanah sekitar dua meter. Kini kolong masjid sudah dicor semen, agar lantainya tidak semakin turun. Struktur tanah yang labil dan sebagian besar bergambut, menjadikan bangunan-bangunan di Pontianak gampang amblas. Ironisnya, barau yang melindungi halaman masjid dari kikisan air Sungai Kapuas dan dibangun dalam dua tahun terakhir, kini menjadi proyek gagal karena kesulitan keuangan.Sepintas, terlihat tak banyak berubah dari masjid tua tersebut. Ketika semua sedang berubah dan berkembang, Masjid Jami' Sultan Abdurrahman tetap menampakkan wajah lamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NcsTaxi.com | Tempat wisata di kota pontianak yang harus di kunjungi

NcsTaxi.com | Meriahnya perayaan cap go meh singkawang

NcsTaxi.com | Kuliner populer singkawang